Sabtu, 26 September 2015

Tahukah Mereka


Duduk di sebuah cafe saya menulis tulisan ini, menikmati kopi dan snack. Bersama keluarga saya, istri dan anak bersama menikmati lezatnya snack yang ada. Tiba-tiba datang serombongan anak remaja berenam dan berpasangan laki-laki dan wanita. Mungkin SMA atau sederajat, mereka juga ingin menikmati sajian di cafe dimana kami menikmati. Mulai mereka bersenda gurau dan mulai mengeluarkan gedjed masing-masing. Mulai berfoto-foto ria mereka sambil menikmati sajian yang mereka pesan. Awalnya duduk berjauhan, mungkin malu dengan keberadaan saya. Tapi ternyata saya salah sangka, mereka mulai bedekatan sambil berpegang tangan, ya..rupanya mereka berpacaran. Ketika saya sedang memikirkan pada jaman saya waktu SMA mungkin tak sperti itu, sebab mall waktu itu di jawa timur masihlah sedikit. Hanya kedung bioskop dan supermarket beberapa saja, taka da cafĂ© tempat nongkrong. Kini sangat gampang berada di mall dimana ada mall yang bebas siapa saja boleh dating kesana. Perbandingan waktu lalu dan sekarang memang siknifikan, kalua dulu hand phone hanya dimiliki para pengusaha yang besar dan tajir, sebab harga dahulu sebuah hand phone adalah bekisar 15 sampai 20 juta. Dan itu bernama AMPS bukan GSM. Saya ingat semua pada waktu tahun era 90an saya pernah meiliki hand phone itu. Ya tahun bermbah ada perubahan dan perkembangan yang pesat, kemudia keluar GSM yang waktu itupun masih harga mahal dan pulsa waktu itu regular tanpa tanpa ada paket promo apa apa. Kemudian sms hanya disedikan oleh pihak ketiga untuk menyampaikan sms ke operator lainnya dan biayanya tinggi. Kini tidak lag isms ke operator lain cukup sekali saj tanpa pihak ketiga lagi. Ya perkembangan jaman yang tidak di tahui oleh mereka yang kini memakai hand phone canggih dan sangat murah. Dan anak-anak remajapun harus memakainya walau bukan pengusaha besar. Sebab tinggaql berteriak kepada orang tua dengan alasan yang masuk di akal pasti dapat. Ya jaman sudah banyak berubah, jaman sudah berganti dari surat menyurat, pager, AMPS dan telegram menjadi SMS, line, BBM dan lain sebgainya. Mereka bersenda gurau berpegang tangan dan mesra sekali, dulu berpacaran harus di dalam rumah, duduk berjauhan dan orang tuapun ikut duduk mendengar apa yang di bicarakan, dan kini di mall duduk berdampingan demi cinta. Terkadang saya tersenyum sesaat dan merasakan kebahagiaan mereka. Itulah perbedaan yang ada, kini dan dahulu terlampau jauh perbedaannya. Kini hanya orang tua yang harus selalu mengawasi untuk memberikan pendidikan dunia bebas saat ini. Saya menoleh ke sampin kiri saya karena kaget mendengar suara karung yang bersuara karena di Tarik oleh seseorang, ternyata anak umur 10 tahunan kira-kira menarik kantung yang berisi gelas plastic bekas dan selalu tersenyum. Baju kotor merupakan keindahan yang melekat di badan dengan gayung besi untuk mengais gelas bekas ia melihat kedalam setiap bak sampah yang ada di mall itu. Beberapa gelas bekas ditemukan dan tersenyum terpancar rasa syukur sebab ada arang yang ia cari. Emaskah, perakkah atau perunguhkah yang dia dapatkan?bukan yang ia dapatkan adalah gelas plastic bekas, tapi gembira itu terpancar dalam wajahnya. Mari pembaca renungkan cerita ini, apa yang bisa kita ketahui dan mereka tidak ketahui. Enam orang remaja yang menikmati sajian mahal dan disamping ada pengais gelas plastic bekas. Kesemua harus bersyukur sebab remaja yang bisa menikmati adalah angurah besar, dan yang anak pengais sampah bekas juga masih bisa memberikan nafkah pada keluarganya. . Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 085100111788, juga pembaca bisa add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto II dan kunjungi website saya di www.mulyonosubroto.com untuk setiap harinya mendapatkan kata kata motivasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar