Sabtu, 01 Februari 2014

Ketika Alam Bebicara

Tangisan, jeritan dan kesedihan telah membuat kita ikut menangis, menjerit dan juga sedih. Ketika melihat saudara kita dinegeri ini bertahan melawan alam yang bicara. Banjir di mana-mana, gunung meletus, angin memutar keadaan dan tanah longsor membuat tangis, membuat jeritan dan juga membuat kesedihan mencuat. Yang belum pernah terjadi sebelumnya juga terjadi hari ini, tak disangka ini terjadi dan diluar dugaan itupun terjadi. Ketika alam berbicara tak satupun dapat membendungnya, ketika alam berbicara tak ada yang dapat menghentikannya. Sekalipun dia yang berkuasa di bumi ini sekalipun dia orang yang berpengaruh dalam dunia ini tak satupun dapat menghentikannya. Hanya doa dan meminta kepada Tuhanlah yang akan memberikan kelegaan bagi kita semua, Tuhan tak pernah berjanji jalan dunia ini mulus tanpa adanya kejadaian dan masalah apapun, namun Tuhan selalu berjanji akan memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan ini. Berdoa bagi sesama adalah sebuah perbuatan baik dan bukan supaya kita akan lebih baik, namun karena demikianlah kita sebaiknya dalam hidup ini. Kitapun sedih melihat saudara kita terbaring sakit dalam mempertahankan kehidupan, kitapun bertanya kapan bencana ini akan berakhir. Setelah habis bencana semua yang terjadi, masih ada ketakutan di waktu depan nanti. Sebab tak bisa tahu diantara kita apa yang akan terjadi nanti dan esok, saat sampai waktu nantilah akan tahu apa yang terjadi. Marilah siapaun yang membaca artikel ini bersama berdoa, agar merka yang selalu menghadapi tangisan di beri kekuatan, mereka yang dalam jeritan di beri kelegaan dan merkea yang dalam kesedihan di beri suka cita yang besar. Ketika itulah kita sudah berbuat kebaikan, walau secara materi tak dapat berbagi, namun dapatlah kita memberi doa-doa yang terpanjatkan untuk mereka yang sedang menagis, dalam jeritan dan dalam kesedihan. Alam memang telah bebicara namun kitapun dapat bebicara kepada Sang Kuasa untuk selalu memberikan yang terbaik bagi dunia bagi semua umat. Mari berangan-angan semua ini akan berlalu, semua ini akan selesai dan marilah kita saling berbagi walau hanya menghibur mereka yang menangis, dan berdoa bagi mereka yang menjerit. Tuhan mengerti bahasa tangisan kita, Tuhan mengerti doa kita dan berharaplah semua ini akan berlalu. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar