Tangisan, jeritan dan kesedihan telah membuat kita ikut menangis, menjerit dan juga sedih. Ketika melihat saudara kita dinegeri ini bertahan melawan alam yang bicara. Banjir di mana-mana, gunung meletus, angin memutar keadaan dan tanah longsor membuat tangis, membuat jeritan dan juga membuat kesedihan mencuat. Yang belum pernah terjadi sebelumnya juga terjadi hari ini, tak disangka ini terjadi dan diluar dugaan itupun terjadi. Ketika alam berbicara tak satupun dapat membendungnya, ketika alam berbicara tak ada yang dapat menghentikannya. Sekalipun dia yang berkuasa di bumi ini sekalipun dia orang yang berpengaruh dalam dunia ini tak satupun dapat menghentikannya. Hanya doa dan meminta kepada Tuhanlah yang akan memberikan kelegaan bagi kita semua, Tuhan tak pernah berjanji jalan dunia ini mulus tanpa adanya kejadaian dan masalah apapun, namun Tuhan selalu berjanji akan memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan ini. Berdoa bagi sesama adalah sebuah perbuatan baik dan bukan supaya kita akan lebih baik, namun karena demikianlah kita sebaiknya dalam hidup ini. Kitapun sedih melihat saudara kita terbaring sakit dalam mempertahankan kehidupan, kitapun bertanya kapan bencana ini akan berakhir. Setelah habis bencana semua yang terjadi, masih ada ketakutan di waktu depan nanti. Sebab tak bisa tahu diantara kita apa yang akan terjadi nanti dan esok, saat sampai waktu nantilah akan tahu apa yang terjadi. Marilah siapaun yang membaca artikel ini bersama berdoa, agar merka yang selalu menghadapi tangisan di beri kekuatan, mereka yang dalam jeritan di beri kelegaan dan merkea yang dalam kesedihan di beri suka cita yang besar. Ketika itulah kita sudah berbuat kebaikan, walau secara materi tak dapat berbagi, namun dapatlah kita memberi doa-doa yang terpanjatkan untuk mereka yang sedang menagis, dalam jeritan dan dalam kesedihan. Alam memang telah bebicara namun kitapun dapat bebicara kepada Sang Kuasa untuk selalu memberikan yang terbaik bagi dunia bagi semua umat. Mari berangan-angan semua ini akan berlalu, semua ini akan selesai dan marilah kita saling berbagi walau hanya menghibur mereka yang menangis, dan berdoa bagi mereka yang menjerit. Tuhan mengerti bahasa tangisan kita, Tuhan mengerti doa kita dan berharaplah semua ini akan berlalu. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Sabtu, 01 Februari 2014
Ketika Alam Bebicara
Tangisan, jeritan dan kesedihan telah membuat kita ikut menangis, menjerit dan juga sedih. Ketika melihat saudara kita dinegeri ini bertahan melawan alam yang bicara. Banjir di mana-mana, gunung meletus, angin memutar keadaan dan tanah longsor membuat tangis, membuat jeritan dan juga membuat kesedihan mencuat. Yang belum pernah terjadi sebelumnya juga terjadi hari ini, tak disangka ini terjadi dan diluar dugaan itupun terjadi. Ketika alam berbicara tak satupun dapat membendungnya, ketika alam berbicara tak ada yang dapat menghentikannya. Sekalipun dia yang berkuasa di bumi ini sekalipun dia orang yang berpengaruh dalam dunia ini tak satupun dapat menghentikannya. Hanya doa dan meminta kepada Tuhanlah yang akan memberikan kelegaan bagi kita semua, Tuhan tak pernah berjanji jalan dunia ini mulus tanpa adanya kejadaian dan masalah apapun, namun Tuhan selalu berjanji akan memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan ini. Berdoa bagi sesama adalah sebuah perbuatan baik dan bukan supaya kita akan lebih baik, namun karena demikianlah kita sebaiknya dalam hidup ini. Kitapun sedih melihat saudara kita terbaring sakit dalam mempertahankan kehidupan, kitapun bertanya kapan bencana ini akan berakhir. Setelah habis bencana semua yang terjadi, masih ada ketakutan di waktu depan nanti. Sebab tak bisa tahu diantara kita apa yang akan terjadi nanti dan esok, saat sampai waktu nantilah akan tahu apa yang terjadi. Marilah siapaun yang membaca artikel ini bersama berdoa, agar merka yang selalu menghadapi tangisan di beri kekuatan, mereka yang dalam jeritan di beri kelegaan dan merkea yang dalam kesedihan di beri suka cita yang besar. Ketika itulah kita sudah berbuat kebaikan, walau secara materi tak dapat berbagi, namun dapatlah kita memberi doa-doa yang terpanjatkan untuk mereka yang sedang menagis, dalam jeritan dan dalam kesedihan. Alam memang telah bebicara namun kitapun dapat bebicara kepada Sang Kuasa untuk selalu memberikan yang terbaik bagi dunia bagi semua umat. Mari berangan-angan semua ini akan berlalu, semua ini akan selesai dan marilah kita saling berbagi walau hanya menghibur mereka yang menangis, dan berdoa bagi mereka yang menjerit. Tuhan mengerti bahasa tangisan kita, Tuhan mengerti doa kita dan berharaplah semua ini akan berlalu. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Senin, 07 Oktober 2013
Mawar Berduri Itu Indah
Mawar Berduri Itu Indah
Mawar berduri itu indah, melati tanpa duripun itu indah, tak ada beda dalam keindahan. Kedudukan tinggi itu baik, namun kedudukan yang belum tinggi itupun baik, semua tak ada beda dalam kebaikan. Penghasilan tinggi itu baik, penghasilan rendah itupun baik adanya, tak ada pula perbedaan dalam kebaikan. Yang membedakan hanyalah ukuran masing - masing pemikiran kita dalam mengukurnya. Mari kita berandai, seandainya mereka yang berkedudukan tinggi bersyukur atas apa yang sudah di raihnya, seandainya mereka yang berkedudukan di bawah bersyukur dengan apa yang telah di dapatnya, pasti kita semua tahu apa yang terjadi, keharmonisan itu ada. Berandai lagi tentang penghasilan, seandainya yang berpenghasilan tinggi itu bersyukur atas apa yang sudah didapat, seandainya yang berpenghasilan pas rendah itu bersyukur. Maka semua keindahaan dan semua kebaikan akan nyata dalam hidup ini. Mawar berduri adalah lambang penderitaan dalam kehidupan, tanpa duripun adalah sebuah lambang perjalanan kehidupan yang akan menghantar kita dalam keindahan nantinya. Ketika ada kesempatan berbuat yang tidak baik, marilah kita melakukan kebaikan walau sakit di awal namun akan indah di akhirnya nanti. Artinya jika kita dapat berbuat kebaikan, kenapa kita harus meniru yang tidak baik. Terkadang memang kita bertanya kenapa hidup ini selalu bermasalah, kenapa hidup ini penuh penderitaan, rasanya tak kunjung berhenti semua itu datang dalam hidup ini. Pernah saya membaca entah dimana saya lupa, namun kata kata ini sangat berinspirasi dalam kehidupan saya, "bukan karena kebahagian kita mengucapkan syukur, namun karena ucapan syukurlah yang mebuat kita bahagia". Masalah tetap akan datang selama kita masih berada di bawah matahari, sebab itulah konsukwensi kehidupan. Tinggal bagaimana kita merespon sebuah masalah itu, apakah kita akan menikmatinya ataukah kita mengambil keputusan untuk selalu berjuang menjalaninya. Mari kita berandai kembali, jika dalam ucapan syukur itu terdapat sebuah kebahagian kenapa kita tak selalu mengucapkannya. Tetaplah bersyukur dalam segala hal, karena disitulah akan terpancar rasa kebahagian yang nyata. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Senin, 23 September 2013
PERJUANGAN NYATA
PERJUANGAN NYATA
Beberapa hari lalu seorang teman di Jakarta mengirim saya sebuah renungan yang sangat indah dan bersinggah dalam hati saya. Dan saya ingin sekali membagikannya, untuk para pembaca setia tulisan saya ini. Di kisahkan seorang anak di China ia baru berumur 10 tahun merupakan satu-satunya anak yang dari 1,4 milyar jumlah penduduk China. Menengabdi pada sang ayahnya, yang senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta mempunyai prilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati. Hidup dalam kemiskinan membuatnya harus bekerja keras untuk menghidupi ayahnya sebab sang ibu sudah pergi meninggalkannya. Secara umur ia adalah masih sangat terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat ini, namun ia tetap berjuang. Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya. Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya. Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat anak ini berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya. Anak ini menerima penghargaan setelah ia berjuang selama beberapa tahun. Dalam peanugrahan ia ditanya oleh panitia apa yang ia inginkan untuk bisa hidup bahagia, apakah uang, ataukah apa saja, sebab di acara itu ada banyak pengusaha kaya. Anak ini hanya menjawab yang saya inginkan adalah ibu saya kembali bersama kami. Para pembaca yang bahagia dari cerita ini saya mendapatkan sebuah kekuatan baru. Dimana situasi bukan masalah untuk kita tetap berjuang menjalani hidup ini, hanya kemauan kitalah yang memberi kekuatan hingga kita bisa menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan ini. Sifat tidak pernah kompromi dengan keadaan inilah yang membuat saya ingin selalu berjuang untuk sebuah kebahagian walau nantinya hanya ingin mendapatkan sesuatu yang sederhana. Anak ini hanya ingin ibunya kembali bersama untuk melalui jalan cerita kehidupannya, tak mau lebih dari itu. Apakah tujuan hidup kita? Selain adalah kebahagiaan. Bahagia itu bukan masalah berapa banyak materi yang bisa kumpulkan, seberapa tinggi derat, sebarapa kedudukan yang bisa di kuasai, namun seberapa yang bisa kita rindukan untuk selalu bersama dengan orang yang kita cintai, kasihi dan sayangi. Banyak dengan mengumpulkan harta jarang berkumpul dengan keluarga, banyak mengejar derajat meniggalkan sahabatnya, banyak yang mengejar kedudukan meninggalkan orang yang selalu mencintainya. Dari sinilah saya sungguh sangat kagum akan anak kecil ini, yang memberi saya pelajaran yang sangat bearti untuk selalu memberikan yang terbaik buat orang orang sekitar kita yang kita cintai, yang kita kasihi dan yang kita sayangi. Berilah mereka kebahagian yang mereka butuhkan, teruslah berjuang walau kita tak pernah tahu hasil nantinya, sebab Tuhanlah yang tau apa yang layak kita terima nanti, untuk sebuah kebahagian yang nyata. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Beberapa hari lalu seorang teman di Jakarta mengirim saya sebuah renungan yang sangat indah dan bersinggah dalam hati saya. Dan saya ingin sekali membagikannya, untuk para pembaca setia tulisan saya ini. Di kisahkan seorang anak di China ia baru berumur 10 tahun merupakan satu-satunya anak yang dari 1,4 milyar jumlah penduduk China. Menengabdi pada sang ayahnya, yang senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta mempunyai prilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati. Hidup dalam kemiskinan membuatnya harus bekerja keras untuk menghidupi ayahnya sebab sang ibu sudah pergi meninggalkannya. Secara umur ia adalah masih sangat terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat ini, namun ia tetap berjuang. Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya. Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya. Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat anak ini berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya. Anak ini menerima penghargaan setelah ia berjuang selama beberapa tahun. Dalam peanugrahan ia ditanya oleh panitia apa yang ia inginkan untuk bisa hidup bahagia, apakah uang, ataukah apa saja, sebab di acara itu ada banyak pengusaha kaya. Anak ini hanya menjawab yang saya inginkan adalah ibu saya kembali bersama kami. Para pembaca yang bahagia dari cerita ini saya mendapatkan sebuah kekuatan baru. Dimana situasi bukan masalah untuk kita tetap berjuang menjalani hidup ini, hanya kemauan kitalah yang memberi kekuatan hingga kita bisa menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan ini. Sifat tidak pernah kompromi dengan keadaan inilah yang membuat saya ingin selalu berjuang untuk sebuah kebahagian walau nantinya hanya ingin mendapatkan sesuatu yang sederhana. Anak ini hanya ingin ibunya kembali bersama untuk melalui jalan cerita kehidupannya, tak mau lebih dari itu. Apakah tujuan hidup kita? Selain adalah kebahagiaan. Bahagia itu bukan masalah berapa banyak materi yang bisa kumpulkan, seberapa tinggi derat, sebarapa kedudukan yang bisa di kuasai, namun seberapa yang bisa kita rindukan untuk selalu bersama dengan orang yang kita cintai, kasihi dan sayangi. Banyak dengan mengumpulkan harta jarang berkumpul dengan keluarga, banyak mengejar derajat meniggalkan sahabatnya, banyak yang mengejar kedudukan meninggalkan orang yang selalu mencintainya. Dari sinilah saya sungguh sangat kagum akan anak kecil ini, yang memberi saya pelajaran yang sangat bearti untuk selalu memberikan yang terbaik buat orang orang sekitar kita yang kita cintai, yang kita kasihi dan yang kita sayangi. Berilah mereka kebahagian yang mereka butuhkan, teruslah berjuang walau kita tak pernah tahu hasil nantinya, sebab Tuhanlah yang tau apa yang layak kita terima nanti, untuk sebuah kebahagian yang nyata. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Minggu, 09 Juni 2013
Kebohongan Cinta Kasih
Sahabat terkasih para pembaca yang setia, mungkin kita pernah membaca atau mendengar sebuah cerita tentang kebohongan seorang ibu terhadap anaknya. Ketika sang anak lapar ibupun mengusahakan untuk mendapatkan makanan, setelah mendapatkan makanan, ibupun berkata makanlah dahulu nak, sebab ibu masih belum lapar. Padahala ibunya sudah sangat lapar karena sudah seharian belum makan, ya itu kebohongan seorang ibu untuk anaknya. Kali ini saya mau menceritakan tentang kejadian yang nyata di sekitar saya di Kota kupang ini, beberapa hari lalu saya bertemu sahabat sahabat saya anak - anak ojek motor di bilangan jalan Wali Kota. Kami bercerita namun tiba tiba salah seorang sahabat bercerita tentang seseorang yang katanya jatuh dari pohon kelapa. Awalnya seorang anaknya menginginkan kelapa muda, karena sayangnya terhadap anaknya maka tanpa berpikir lagi sang ayahpun naik sebuah pohon kelapa yang pada saat itu angin sedang menerpa kencang di kota ini. Sesampai di atas pohon kelapa angin makin kencang dan akhirnya terdengar bunyi yang keras, menandakan sesuatu terjatuh dari pohon kelapa itu. Namun bukan buah kelapa yang terjatuh, itu suara sang ayah yang jatuh hingga patah tulang dan tidak sadarkan diri. San anak hanya bisa menangis dan kaget, setelah sadar maka ayah dan anakpun pulang. Namun ayahnya berkata "nak jika nanti mama menanyakan, beri tahu mama ayah jatuh dalam got". Ini kebohongan, namun sekaligus sebuah bukti cinta buat sang ibu/istrinya. Cinta dan kasih tak harus berkata saja, namun juga seharusnyalah dengan tingkah laku yang benar benar menunjukkan bahwa cinta itu ada dalam hatinya dan dalam kesehariannya. Padahala kita bisa mereka bahwa harga dari sebuah buah kelapa sangatlah terjangkau, namun keadaanlah yang tak memungkinkan untuk membeli, alhasil apa yang terjadi. Fenomena kehidupan kotapun sangat membuktikan sebuah kenyataan yang tak dapat tertawar. Namun di balik itu semua ada cinta di dalamnya, hidup bahagia untuk sebuah cinta yang dalam demi sebuah keluarga yang utuh, walau kebohongan mencuat demi sebuah kasih yang tak ternilai. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Jumat, 01 Maret 2013
Tantangan
Tantangan
Perjalan kehidupan akan penuh dengan tantangan, dan seharusnyalah kita bertahan, sebab Tuhan tak tidak pernah berjanji hidup ini tak akan pernah ada masalah, namun Tuhan selalu berjanji bahwa setiap masalah tak akan pernah melebihi kekuatan kita. Keseharian kita di perhadapkan dengan sebuah tantangan demi tantangan, pastinya begitu sebab tak ada manusia yang ada di bawah matahari ini yang tak akan bertemu dengan sebuah tantangan dalam hidupnya. Ringan berat itu semua adalah cara kita meresponnya. Ketakutan pasti ada namun hidup dalam ketakutan adalah sebuah ketakutan yang sangat agut. Pembaca yang terkasih, Tuhan tak akan pernah meningalkan kita walau itu hanya sedetik. Buatlah tantangan itu menjadi sebuah ujian untuk manaikkan level kita ke level yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Ketia saya menulis tulisan ini saya baru saja pulang kerja dan saya harus menulis artikel saya di koran harian TIMEX ini untuk saling share pengalaman dalam hidup dan saling berbagi untuk para pembaca. Capek pasti ada, lelah pasti terikut didalamnya, namun saya harus menyelesaikannya untuk mengisi kolom dalam harian ini. Apakah yang ada di benak pembaca saat ini?.mungkin akan beragam penilaian. Kekuatan kita, saya dan pembaca sangat terbatas bukan, namun setiap apa yang kita hadapi tidak akan melebihi apa yang ada pada kita. Bukti nyata adalah kita sudah sampai hari ini, dengan melalui kemarin. Banyak tawa, canda, bahagia, sedih, menyesal dan masih banyak lagi yang lain yang sudahlah kita lalu hingga kita sampai hari ini. Mari kita renungkan bahwa kita sudah melalui semua tantangan yang ada bukan.? Kemudian apa yang sebenarnya yang tertakuti jika kita sudah melalui hari kemarin dan sampai hari ini. Mari para pembaca sekalian kita terus berjuang demi sebuah tujuan hidup ini yang sudah Sang Kuasa rancangkan dalam hidup kita dan lakukan yang terbaik sebisa kita bisa lakukan. Namun tetaplah berserah kepada Sang Kuasa agar semua yang kita lakukan penuh dengan bimbinganNya. Tetaplah berjuang raihlah semua kebahagian nyata nanti. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Perjalan kehidupan akan penuh dengan tantangan, dan seharusnyalah kita bertahan, sebab Tuhan tak tidak pernah berjanji hidup ini tak akan pernah ada masalah, namun Tuhan selalu berjanji bahwa setiap masalah tak akan pernah melebihi kekuatan kita. Keseharian kita di perhadapkan dengan sebuah tantangan demi tantangan, pastinya begitu sebab tak ada manusia yang ada di bawah matahari ini yang tak akan bertemu dengan sebuah tantangan dalam hidupnya. Ringan berat itu semua adalah cara kita meresponnya. Ketakutan pasti ada namun hidup dalam ketakutan adalah sebuah ketakutan yang sangat agut. Pembaca yang terkasih, Tuhan tak akan pernah meningalkan kita walau itu hanya sedetik. Buatlah tantangan itu menjadi sebuah ujian untuk manaikkan level kita ke level yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Ketia saya menulis tulisan ini saya baru saja pulang kerja dan saya harus menulis artikel saya di koran harian TIMEX ini untuk saling share pengalaman dalam hidup dan saling berbagi untuk para pembaca. Capek pasti ada, lelah pasti terikut didalamnya, namun saya harus menyelesaikannya untuk mengisi kolom dalam harian ini. Apakah yang ada di benak pembaca saat ini?.mungkin akan beragam penilaian. Kekuatan kita, saya dan pembaca sangat terbatas bukan, namun setiap apa yang kita hadapi tidak akan melebihi apa yang ada pada kita. Bukti nyata adalah kita sudah sampai hari ini, dengan melalui kemarin. Banyak tawa, canda, bahagia, sedih, menyesal dan masih banyak lagi yang lain yang sudahlah kita lalu hingga kita sampai hari ini. Mari kita renungkan bahwa kita sudah melalui semua tantangan yang ada bukan.? Kemudian apa yang sebenarnya yang tertakuti jika kita sudah melalui hari kemarin dan sampai hari ini. Mari para pembaca sekalian kita terus berjuang demi sebuah tujuan hidup ini yang sudah Sang Kuasa rancangkan dalam hidup kita dan lakukan yang terbaik sebisa kita bisa lakukan. Namun tetaplah berserah kepada Sang Kuasa agar semua yang kita lakukan penuh dengan bimbinganNya. Tetaplah berjuang raihlah semua kebahagian nyata nanti. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Jumat, 28 Desember 2012
Tahun Baru
Tahun Baru
Pembaca yang terkasih tahun 2013 sudah di depan kita, di tahun yang baru ini pula seakan waktu mengajak kita menjalani dan mengarungi lautan yang tiada batas. Mari..saya mengajak kepada para pembaca agar kita benar – benar memiliki tujuan hidup di tahun yang baru ini. Apakah kita akan sama seperti tahun yang akan kita lalui ini? Ataukah kita akan menata kembali tujuan hidup yang akan kita lalui? Tentukanlah masa depan kita semua di mulai hari ini. Pembaca yang terkasih menurut penelitian kehidupan manusia rata – rata adalah 25.550 atau 613.200 jam, nah apa yang sudah kita lakukan pada saat kita sudah menjalani hidup sampai pada hari ini? Sedangkan waktu terus berjalan dana tak bisa oleh siapapun dikendalikan. Musim berganti, iklim global berganti, para pemimpin di suatu negara berganti bahkan keadaan kita juga berganti, namun tak satupun yang dapat menahan jalannya waktu yang terus bergulir dengan kecepatan 60 menit/jam dan 60 detik/ menit. Waw begitu cepat berlalu dan tanpa terasa kita sudah ada di pengujung tahun yang baru. Berhasil membuat suatu perencanaan bukan berarti kita sudah sukses dalam menjalani hidup ini, namun siapa yang menyelesaikan perencanaan itulah yang dapat disebut orang yang sukses dalam hidupnya. Namun tidak sampai hari kesuksesan kita. Masih terbentang jalan di hadapan sana yang memerlukan sebuah perencanaan, bukan? Nah....oleh sebab itu saya mengajak kepada para pembaca yang terkasih yang dengan setia membaca artikel - artikel saya di harian Timor Express ini dimanapun berada, agar kita menyusun atau merancangkan tujuan hidup kita mulai saat ini. Apa yang ingin dicapai di tahun depan, tahun berikutnya dan tahun – tahun mendatang. Ambillah sebuah buku tulis dan tuliskan apa yang menjadi tujuan kita. Jangan pernah berpikir mampu atau tidak, bisa atau tidak, namun buatlah dahulu perencanaan itu agar hidup kita terpola di tahun – tahun mendatang. Selamat berubah dan saya secara pribadi mengucapkan ”selamat tahun baru 2013” semoga apa yang menjadi rencana kita semua menjadi sebuah keberhasilan yang kita impikan. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia atau add di facebook saya mulyono soebroto dan twitter saya @mulyonosoebroto.
Kamis, 15 November 2012
Hadirkan Sebuah Mimpi
Hadirkan Sebuah Mimpi
Mimpi itu memang ada dalam tidur kita, itu kenyataannya. Namun mimpi juga sering di sebut adalah sebuah tujuan dalam angan – angan untuk tercapai, entah salah kapra atukah salah ersepsi, tak ada yang pernah menjelaskannya. Anggap saya mimpi itu sebuah angan – angan yang akan kita capai di masa yang akan datang nanti, itu yang terjadi dalam hidup ini. Mimpi sering di hadirkan dalam hidup kita, namun yang sering terjadi adalah mimpi saja, di angan – angan kemudian sirna oleh ketidak siapan diri. Tidak lagi mengukur kemampuan diri kita sendiri maka mimpi itu hanyalah mimpi belaka. Hadirkanlah mimpi itu dalam hidup ini, namun haruslah tahu bagaimana menggapaimya dan bukan hanya sekedar angan – angan saja. Mengkur kemampuan adalah sebuah cara untuk menggapai sebuah mimpi, jangan hanya mermimpi tanpa adanya ukuran kemampuan kita. Istilah yang mungkin pernah kita tahu, bak katak dalam sumur merindukan bulan, yang jauh diatas sana, sudah barang tentu tidak akan pernah mungkin, namun jika katak merindukan keluar dari sumur pasti terukur. Saya masih ingat cerita katak lagi, dalam sumur ada dua ekor katak yang satu berkata aku ingin melihat keadaan di atas sana, dan yang satu bermimpi suatu saat akan melihat diatas sana dan berusaha melompat ke atas sumur hingga akhirnya dia melihat dua kolam yang besar. Namun katak yang satu yang hanya ingin ingin melihat saja taka ada usaha bagaimana caranya keluar dari sumur hanya dapat menikmati sebidang yang tak luas, yaitu dalam sumur saja. Mimpi boleh, namun bagaimana cara untuk menggapainya tak pernah kita lakukan, maka mimpi hanyalah mimpi. Seperti katak tadi yang tak pernah mau belajar bagaimana caranya untuk mencapai atas dari pada sumur itu. Demikian juga dalam hidup haruslah terukur jika kita mau mendapatkan apa yang kita angankan. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan kata –kata motivasi dari saya di toko - toko buku seperti Kalam Hidup, Gramedia dan lain – lain atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.http://bit.ly/progresifkupang.com.
Langganan:
Postingan (Atom)

