Perjalan kehidupan akan penuh dengan tantangan, dan seharusnyalah kita bertahan, sebab Tuhan tak tidak pernah berjanji hidup ini tak akan pernah ada masalah, namun Tuhan selalu berjanji bahwa setiap masalah tak akan pernah melebihi kekuatan kita. Keseharian kita di perhadapkan dengan sebuah tantangan demi tantangan, pastinya begitu sebab tak ada manusia yang ada di bawah matahari ini yang tak akan bertemu dengan sebuah tantangan dalam hidupnya. Ringan berat itu semua adalah cara kita meresponnya. Ketakutan pasti ada namun hidup dalam ketakutan adalah sebuah ketakutan yang sangat agut. Pembaca yang terkasih, Tuhan tak akan pernah meningalkan kita walau itu hanya sedetik. Buatlah tantangan itu menjadi sebuah ujian untuk manaikkan level kita ke level yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Ketia saya menulis tulisan ini saya baru saja pulang kerja dan saya harus menulis artikel saya di koran harian TIMEX ini untuk saling share pengalaman dalam hidup dan saling berbagi untuk para pembaca. Capek pasti ada, lelah pasti terikut didalamnya, namun saya harus menyelesaikannya untuk mengisi kolom dalam harian ini. Apakah yang ada di benak pembaca saat ini?.mungkin akan beragam penilaian. Kekuatan kita, saya dan pembaca sangat terbatas bukan, namun setiap apa yang kita hadapi tidak akan melebihi apa yang ada pada kita. Bukti nyata adalah kita sudah sampai hari ini, dengan melalui kemarin. Banyak tawa, canda, bahagia, sedih, menyesal dan masih banyak lagi yang lain yang sudahlah kita lalu hingga kita sampai hari ini. Mari kita renungkan bahwa kita sudah melalui semua tantangan yang ada bukan.? Kemudian apa yang sebenarnya yang tertakuti jika kita sudah melalui hari kemarin dan sampai hari ini. Mari para pembaca sekalian kita terus berjuang demi sebuah tujuan hidup ini yang sudah Sang Kuasa rancangkan dalam hidup kita dan lakukan yang terbaik sebisa kita bisa lakukan. Namun tetaplah berserah kepada Sang Kuasa agar semua yang kita lakukan penuh dengan bimbinganNya. Tetaplah berjuang raihlah semua kebahagian nyata nanti. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Jumat, 01 Maret 2013
Tantangan
Tantangan
Perjalan kehidupan akan penuh dengan tantangan, dan seharusnyalah kita bertahan, sebab Tuhan tak tidak pernah berjanji hidup ini tak akan pernah ada masalah, namun Tuhan selalu berjanji bahwa setiap masalah tak akan pernah melebihi kekuatan kita. Keseharian kita di perhadapkan dengan sebuah tantangan demi tantangan, pastinya begitu sebab tak ada manusia yang ada di bawah matahari ini yang tak akan bertemu dengan sebuah tantangan dalam hidupnya. Ringan berat itu semua adalah cara kita meresponnya. Ketakutan pasti ada namun hidup dalam ketakutan adalah sebuah ketakutan yang sangat agut. Pembaca yang terkasih, Tuhan tak akan pernah meningalkan kita walau itu hanya sedetik. Buatlah tantangan itu menjadi sebuah ujian untuk manaikkan level kita ke level yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Ketia saya menulis tulisan ini saya baru saja pulang kerja dan saya harus menulis artikel saya di koran harian TIMEX ini untuk saling share pengalaman dalam hidup dan saling berbagi untuk para pembaca. Capek pasti ada, lelah pasti terikut didalamnya, namun saya harus menyelesaikannya untuk mengisi kolom dalam harian ini. Apakah yang ada di benak pembaca saat ini?.mungkin akan beragam penilaian. Kekuatan kita, saya dan pembaca sangat terbatas bukan, namun setiap apa yang kita hadapi tidak akan melebihi apa yang ada pada kita. Bukti nyata adalah kita sudah sampai hari ini, dengan melalui kemarin. Banyak tawa, canda, bahagia, sedih, menyesal dan masih banyak lagi yang lain yang sudahlah kita lalu hingga kita sampai hari ini. Mari kita renungkan bahwa kita sudah melalui semua tantangan yang ada bukan.? Kemudian apa yang sebenarnya yang tertakuti jika kita sudah melalui hari kemarin dan sampai hari ini. Mari para pembaca sekalian kita terus berjuang demi sebuah tujuan hidup ini yang sudah Sang Kuasa rancangkan dalam hidup kita dan lakukan yang terbaik sebisa kita bisa lakukan. Namun tetaplah berserah kepada Sang Kuasa agar semua yang kita lakukan penuh dengan bimbinganNya. Tetaplah berjuang raihlah semua kebahagian nyata nanti. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Perjalan kehidupan akan penuh dengan tantangan, dan seharusnyalah kita bertahan, sebab Tuhan tak tidak pernah berjanji hidup ini tak akan pernah ada masalah, namun Tuhan selalu berjanji bahwa setiap masalah tak akan pernah melebihi kekuatan kita. Keseharian kita di perhadapkan dengan sebuah tantangan demi tantangan, pastinya begitu sebab tak ada manusia yang ada di bawah matahari ini yang tak akan bertemu dengan sebuah tantangan dalam hidupnya. Ringan berat itu semua adalah cara kita meresponnya. Ketakutan pasti ada namun hidup dalam ketakutan adalah sebuah ketakutan yang sangat agut. Pembaca yang terkasih, Tuhan tak akan pernah meningalkan kita walau itu hanya sedetik. Buatlah tantangan itu menjadi sebuah ujian untuk manaikkan level kita ke level yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Ketia saya menulis tulisan ini saya baru saja pulang kerja dan saya harus menulis artikel saya di koran harian TIMEX ini untuk saling share pengalaman dalam hidup dan saling berbagi untuk para pembaca. Capek pasti ada, lelah pasti terikut didalamnya, namun saya harus menyelesaikannya untuk mengisi kolom dalam harian ini. Apakah yang ada di benak pembaca saat ini?.mungkin akan beragam penilaian. Kekuatan kita, saya dan pembaca sangat terbatas bukan, namun setiap apa yang kita hadapi tidak akan melebihi apa yang ada pada kita. Bukti nyata adalah kita sudah sampai hari ini, dengan melalui kemarin. Banyak tawa, canda, bahagia, sedih, menyesal dan masih banyak lagi yang lain yang sudahlah kita lalu hingga kita sampai hari ini. Mari kita renungkan bahwa kita sudah melalui semua tantangan yang ada bukan.? Kemudian apa yang sebenarnya yang tertakuti jika kita sudah melalui hari kemarin dan sampai hari ini. Mari para pembaca sekalian kita terus berjuang demi sebuah tujuan hidup ini yang sudah Sang Kuasa rancangkan dalam hidup kita dan lakukan yang terbaik sebisa kita bisa lakukan. Namun tetaplah berserah kepada Sang Kuasa agar semua yang kita lakukan penuh dengan bimbinganNya. Tetaplah berjuang raihlah semua kebahagian nyata nanti. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia dan toko buku Semangat Kuanino atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.
Jumat, 28 Desember 2012
Tahun Baru
Tahun Baru
Pembaca yang terkasih tahun 2013 sudah di depan kita, di tahun yang baru ini pula seakan waktu mengajak kita menjalani dan mengarungi lautan yang tiada batas. Mari..saya mengajak kepada para pembaca agar kita benar – benar memiliki tujuan hidup di tahun yang baru ini. Apakah kita akan sama seperti tahun yang akan kita lalui ini? Ataukah kita akan menata kembali tujuan hidup yang akan kita lalui? Tentukanlah masa depan kita semua di mulai hari ini. Pembaca yang terkasih menurut penelitian kehidupan manusia rata – rata adalah 25.550 atau 613.200 jam, nah apa yang sudah kita lakukan pada saat kita sudah menjalani hidup sampai pada hari ini? Sedangkan waktu terus berjalan dana tak bisa oleh siapapun dikendalikan. Musim berganti, iklim global berganti, para pemimpin di suatu negara berganti bahkan keadaan kita juga berganti, namun tak satupun yang dapat menahan jalannya waktu yang terus bergulir dengan kecepatan 60 menit/jam dan 60 detik/ menit. Waw begitu cepat berlalu dan tanpa terasa kita sudah ada di pengujung tahun yang baru. Berhasil membuat suatu perencanaan bukan berarti kita sudah sukses dalam menjalani hidup ini, namun siapa yang menyelesaikan perencanaan itulah yang dapat disebut orang yang sukses dalam hidupnya. Namun tidak sampai hari kesuksesan kita. Masih terbentang jalan di hadapan sana yang memerlukan sebuah perencanaan, bukan? Nah....oleh sebab itu saya mengajak kepada para pembaca yang terkasih yang dengan setia membaca artikel - artikel saya di harian Timor Express ini dimanapun berada, agar kita menyusun atau merancangkan tujuan hidup kita mulai saat ini. Apa yang ingin dicapai di tahun depan, tahun berikutnya dan tahun – tahun mendatang. Ambillah sebuah buku tulis dan tuliskan apa yang menjadi tujuan kita. Jangan pernah berpikir mampu atau tidak, bisa atau tidak, namun buatlah dahulu perencanaan itu agar hidup kita terpola di tahun – tahun mendatang. Selamat berubah dan saya secara pribadi mengucapkan ”selamat tahun baru 2013” semoga apa yang menjadi rencana kita semua menjadi sebuah keberhasilan yang kita impikan. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan buku saya berjudul Mendaki Gunung Kesempatan di toko buku Gramdia atau add di facebook saya mulyono soebroto dan twitter saya @mulyonosoebroto.
Kamis, 15 November 2012
Hadirkan Sebuah Mimpi
Hadirkan Sebuah Mimpi
Mimpi itu memang ada dalam tidur kita, itu kenyataannya. Namun mimpi juga sering di sebut adalah sebuah tujuan dalam angan – angan untuk tercapai, entah salah kapra atukah salah ersepsi, tak ada yang pernah menjelaskannya. Anggap saya mimpi itu sebuah angan – angan yang akan kita capai di masa yang akan datang nanti, itu yang terjadi dalam hidup ini. Mimpi sering di hadirkan dalam hidup kita, namun yang sering terjadi adalah mimpi saja, di angan – angan kemudian sirna oleh ketidak siapan diri. Tidak lagi mengukur kemampuan diri kita sendiri maka mimpi itu hanyalah mimpi belaka. Hadirkanlah mimpi itu dalam hidup ini, namun haruslah tahu bagaimana menggapaimya dan bukan hanya sekedar angan – angan saja. Mengkur kemampuan adalah sebuah cara untuk menggapai sebuah mimpi, jangan hanya mermimpi tanpa adanya ukuran kemampuan kita. Istilah yang mungkin pernah kita tahu, bak katak dalam sumur merindukan bulan, yang jauh diatas sana, sudah barang tentu tidak akan pernah mungkin, namun jika katak merindukan keluar dari sumur pasti terukur. Saya masih ingat cerita katak lagi, dalam sumur ada dua ekor katak yang satu berkata aku ingin melihat keadaan di atas sana, dan yang satu bermimpi suatu saat akan melihat diatas sana dan berusaha melompat ke atas sumur hingga akhirnya dia melihat dua kolam yang besar. Namun katak yang satu yang hanya ingin ingin melihat saja taka ada usaha bagaimana caranya keluar dari sumur hanya dapat menikmati sebidang yang tak luas, yaitu dalam sumur saja. Mimpi boleh, namun bagaimana cara untuk menggapainya tak pernah kita lakukan, maka mimpi hanyalah mimpi. Seperti katak tadi yang tak pernah mau belajar bagaimana caranya untuk mencapai atas dari pada sumur itu. Demikian juga dalam hidup haruslah terukur jika kita mau mendapatkan apa yang kita angankan. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan kata –kata motivasi dari saya di toko - toko buku seperti Kalam Hidup, Gramedia dan lain – lain atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.http://bit.ly/progresifkupang.com.
Kamis, 08 November 2012
Jangan Merasa Kurang
Jangan Merasa Kurang
Pembaca yang terkasih, Jika kita tahu bahwa kita ada di dunia ini adalah sebuah maksud dan bahwa kita adalah ciptaan dengan tujuan,maka terimalah diri kita sebagaimana kita sekarang.Jangan pernah kita merasa kurang. Banyak diantara kita merasa kurang dalam diri kita. Ada yang kurang kaya, ada yang kurang kasih sayang, ada yang mersa kurang cantik atau ganteng, ada yang merasa kurang pintar dan lain sebagainya . Padahal kita ada di dunia ini bukan karena sesuatu yang tak berguna, namun karena maksud dan tujuan yang sudah Sang Pencipta canangkan. Hanya karena sebagian dari kita masih sarat membawa beban yang sebagian dari beban itu adalah rasa iri hati, benci, dengki, ego, nafsu dan masih banyak beban – beban yang lain. Yang kurang kaya, sering menyesali kenapa terlahir dalam keluaraga miskin, yang kurang cantik kenapa saya tidak seperti bintang film itu dan itu dan masih banyak sederetan kekurangan – kekuranagan yang lain yang dapat membuat kita sudah tidak ada gunanya sama sekali. Sekilas iri hati, kebencian, dengki, ego dan nafsu memang bisa memuaskan diri kita. Padahal itu semua bukanlah yang terbaik untuk kita lakukan supaya kita mendapatkan kebahagian dalam hidup ini. Cuman masih banyak yang belum sadar bahwa kita ada di dunia ini bukan untuk memperkuat beban – beban itu semua. Masih ada banyak sekali sumber yang tersedia dalam diri kita, jika ada iri hati pasti ada keiklasan, jika ada kebenciaan pasti ada cinta, jika ada ego pasti ada salaing berbagi, inilah yang sebenarnya sumber itu dan kenapa kita ada di dunia ini. Agar kita salaing mengasihi satu sama lain, saling menghormati, saling mencintai dan saling berbagi satu dengan yang lain. Ada kata yang saya ingat sekarang”untuk berbagi tak perlu dahulu kita kaya,untuk saling magasihi tak perlu dahulu kita sempurna”. Jika kesemua itu kita mau melakukannya maka saya percaya bahwa kedamaian, kebahagian itu ada dalam keseharian kita. Dan apabila kita sudah mencapai titik di mana kita sudah mengenali diri kita dan tahu bahwa kita diciptakan adalah karena suatu maksud. Maka saya yakin bahwa kita akan terbang bersama impian kita. Jangan merasa kurang dalam diri sebab dengan merasa kurang akan mengalami demotivasi dalam hidup. Sebab jika selalu merasa kurang maka pemikiran yang buruk tentang kita akan kita raih, dan itu semua akan dapat menghancurkan kehidupan kita kedepan. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan kata –kata motivasi dari saya di toko - toko buku seperti Kalam Hidup, Gramedia dan lain – lain atau add di facebook saya dengan alamat mulyono soebroto.http://bit.ly/progresifkupang.com.
Jumat, 19 Oktober 2012
Bukan Kebetulan
Bukan Kebetulan
Kita ada hari ini buka karena kekuatan kita, namun kita ada hari ini karena Tuhan sudah ada rencana dalam hidup kita. Saya bertemu dengan seorang pekerja yang bekerja di sebuah perusahan, karena malu dan takut maka dia tidak berani berkata pada atasannya bahwa dia tinggal berada jauh dari tempat kerjanya. Jalan kaki kira – kira 10 km dalam sehari ia berjalan. Kebetulan saya kenal baik dengan atasannnya dan saya tanya pada pekerja tadi, bersediahkah jika nanti perusahaan memberi sebuah tempat yang layak untuk tinggal semacam mes karyawan. Dan pekerja itu berkata “ya”, dan saya sampaikan kepada atasannya yang kebetulan adalah teman saya, dan alhasil adalah memang di berikan tempat tinggal. Betapa bahagianya pekerja itu, cerita di atas hanyalah sepenggal fenomena dunia yang nyata di mana kita ada sekarang. Pekerja itu tak pernah meminta kepada saya, untuk menyampaikan kepada atasannya agar di beri mes untuk dia. Namun saya sudahlah menyampaikannya kepada atasannya, itu bukan sebuah kebetuan. Tuhan sudah siapkan saya untuk menyampaikan kepada atasannya, inilah yangt disebut rencanya yang indah. Semua kejadian bukanlah kebetulan, namun sudah ada dalam cerita Sang Kuasa. Ketika merasa tak ada artinya dalam hidup ingatlah bahwa kita ada di dalam dunia ini adalah berarti dimata Tuhan. Dan ingatlah hari ini adalah kesempatan untuk kita dapat melanjutkan perjuangan hidup yang masih panjang, terhampar jalan di depan kita, untuk kita lalui. Oleh sebab pergunakanlah kesempatan itu dengan sebaik baiknya, karena kita ada dalam rencana Sang Kuasa yang besar. Mungkin kita tak pernah sadar bahwa ada seseorang datang untuk menolong kita, yang sudah ada dalam rencana Tuhan dalam hidup kita. Jangan pernah merasa kecil karena kita sesungguhnya besar, sebab kita tidak ada di dunia ini yang sama dengan kita, dari bentuk wajah, bentuk tubuh dan lain – lain, bahkan sidik jaripun tak ada yang sama dengan kita dalam miliaran orang di dunia ini, sebab kita sangatlah special. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan kata –kata motivasi dari saya di facebook dengan alamat mulyono, soebroto. Twitter @mulyonosoebroto dan blog spot http://bit.ly/progresifkupang.com.
Kamis, 11 Oktober 2012
PERCAYALAH
PERCAYALAH
Sebuah cerita yang mungkin sudah pernah di dengar dalam kehidupan kita, awalnya seutas tali yang di pasang di antara dua gunung yang tinggi. Di tengahnya sudah barang tentu jurang yang dalam, seutas tali itu adalah jembatan antara gunung satu dan gunung yang lain. Seorang akrobat yang benari menyebrangi tali itu hingga dia sampai menyabrang dari satu gunung ke gunung lain. Tanpa takut seorang akrobat itu berjalan dengan tenang dan kembali lagi menyebrangi tali itu. Para penontonpun bersorak dan kagum atas kebranian orang tersebut. Kemudian dengan lantang si penyebrang tali itu menantang semua penonton, “siapa yang berani duduk di pundak saya untuk ikut menyabrang melewati seutas tali itu, untuk menyebrang ke gunung sana dan kembali lagi kesini?”. Tak ada satupun dari antara penonton itu mau untuk duduk di pundak si penyebrang. Kemudian berkata lagi orang itu kepada para penonton sekali lagi, namun toh juga tak ada yang mau. Dari kejauhan terdengar seorang berteriak, “saya mau!”. Seorang remaja berlari dari kejauhan para penonton. Tanpa bertanya banyak kemudian anak remaja itu naik kepundak sang akrobatik itu, dan menyebranglah si akrobatik itu dengan memikul seorang anak remaja itu. Dengan penuh konsentrasi orang pengakrobat itu menyebrang dan kemdian kembali lagi menyebrangi tali itu. Di sambut tepuk tangan yang meriah oleh penonton, anak remaja itu tersenyum dan lega ketika turun dari pundak seorang pengakrobat itu. Salah satu penonton mendekatinya, kemudian bertanya “kenapa kamu bernai duduk di undak orang itu?”, itu sangat berbahaya, kalau kamu jatuh kedalam jurang itu, maka kamu akan mati. Anak remaja itu tersenyum kembali, seraya berkata “saya bernai karena dia adalah ayah saya”. Terkejutlah semua penonton dan ada juga yang berkata, anak utu benari karena orang yang menyebrang itu adalah ayahnya. Dari cerita di atas menjleaskan banyak hal, hal pertama adalah kita melihat kita percaya kepada Sang Kuasa, banyak melihat karyaNya yang besar namun banyak orang yang hanya menjadi penonton dan kagum akan karyaNya yang dasyat. Banyak orang percaya namun tak mau benar-benar percaya, walau sudah melihat kenyataan. Dan seorang anak remaja itu menceritakan jika kita benar-benar percaya kenapa kita harus ragu, harus kawatir untuk terjatuh walau jurang itu ada di bahwahnya. Jika kita percaya pada Sang Kuasa percayalah dengan sungguh, walau seakan kita di bawah melalui jurang yang dalam, namun perlindunganNya akan tetap ada. Tak akan di biarkan kita memalui jurang itu dengan sendiri saja, Sang Kuasa akan selalu menggendong kita hingga sampai pada sebuah tujuan dalam rencanaNya yang besar. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan kata –kata motivasi dari saya di facebook dengan alamat mulyono, soebroto. Twitter @mulyonosoebroto dan blog spot http://bit.ly/progresifkupang.com.
Minggu, 19 Agustus 2012
Kesetiaan Yang Indah
Kesetiaan Yang Indah
Sebuah keluarga dalam cerita kehidupan yang pernah saya tonton, rumaha bagai istana tak ada barang yang tak mahal dalam isi rumahnya. Pengusaha perkebunan yang besar dan lebih dari kecukupan. Ada kepala kebun, kepala para pekerja bahkan kepala rumah tangga yang setia dalam bekerja. Yang akan saya angkat adalah cerita dari pada seorang ibu dan juga adalah kepala rumah tangga yang sudah lama bekerja dalam keluarga ini. Pegapdiannya sudah lebih dari 10 tahun berlalu. Kemudian sang tuan menyuruhnya beristirahat dan berhenti mengabdi. Pulang ke perkampungannya seorang kepala rumah tangga membangun kebahagian bersama anak dan cucunya. Selang 10 tahun kemudian terjadilah sebuah kekacauan di kota itu dan pemilik kebun kebetulan saja tidak di rumahnya, semua anggota keluarganya lari hingga sampai ke perkampungan di mana kepala keluarga yang dulu bekerja di rumah pemilik kebun itu. Melihat dari kejauhan ibu itu melihat dan berlali menyambut anak – anak dan istri dari tuan pemilik kebun itu, memeluk dan bahagia rasanya. Selang satu tahun tuan pemilik kebun itu mencari keluarganya yang sudah di katahui bahwa pastilah ada di perkampungan yang paling dekat dengan kotanya. Kotapun sudah tenang dan berjalan seperti biasa, maksud sang tuan kebun menjemput kembali sanak keluarganya untuk di bawanya pulang. Mereka bersama – sama kembali ke perkebunan itu juga semua keluarga kepala keluarga yang dulu bekerja di dalam rumah tuan pemilik kebun itu. Dari cerita di atas saya melihat sebuah kesetiaan seorang pekerja akan menjadi berkat bagi seisi rumahnya. Mungkin saat ini kita mengapdi di sebuah perusahaan yang besar, walau itu di tuntut menjadi seorang yang profesional harusnya ada sebuah rasa kesetian terhadap tuannya. Mungin saat ini tak ada yang tahu dan tak ada yang memperhatikan kita namun percayalah bahwa Tuhan tak pernah tinggal diam meilhat kita. Contoh cerita di atas hanya sepenggal saja dan mungkin perbandingannya hanya 100 banding 1 atau bahkan 1000 banding 1. Namun marilah kita memilih 1 diantara 100 dan diantara 1000 itu, yang nantinya akan mendatangkan sebuah kebahgiaan dalam isi rumah kita. Ketulusan dalam kesetiaan pasti akan menjadikan sebuah pengalaman yang manis untuk sebuah keindahan. Seorang ibu kepala rumah tangga tidak pernah tahu bahwa nantinya akan di bawah kembali oleh tuannya untuk hidup bersama dalam kemewahan yang besar, yang ibu itu tahu bahwa ada sebuah kesetiaan melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Dalam hidup kita tak pernah akan tahu apa yang akan terjadi besok dan lusa. Nabi Nuh adalah sebuah sejarah jaman dahulu, kita tahu bahwa dia tak pernah tahu kenapa harus membuat bahtera di atas gunung yang di tertawai oleh kaumnya pada saat itu, dan tak pernah tahu bahwa hujan akan datang begitu dasyat nantinya. Namun yang dia tahu hanyalah setia dan taat melakukannya, dan akhirnya seisi rumahnya terselamatkan dari banjir yang besar. Kita tak pernah tahu kenapa harus ada di posisi bawah atau atas saat ini, namun marilah ketahui bahwa Tuhan punya rencana dalam hidup kita agar semua orang yang di sekitar kita di berkati. Jadilah 1 diantara 100 dan jadilah 1 diantara 1000 cerita yang menjadi sebuah keindahan dalam hidup nanti. Salam perubahan dari saya Mulyono Subroto, pembaca yang terkasih saya dapat memberikan pelayanan motivasi di perusahaan – perusahaan dan organisasi dengan menghubungi saya di 0380 8111788, juga pembaca bisa mendapatkan kata –kata motivasi dari saya di toko - toko buku seperti Kalam Hidup, Gramedia dan lain – lain atau add di facebook dan twitter saya dengan alamat mulyono soebroto atau dapat bi baca di http://bit.ly/progresifkupang.com.
Langganan:
Postingan (Atom)




